Header Ads

Spaceiklan

Pengertian Ascomycota: Ciri Ciri, Habitat, Cara Reproduksi, Serta Contoh Jamur Ascomycotina

Pengertian Ascomycota: Ciri Ciri, Habitat, Cara Reproduksi, Serta Contoh Jamur Ascomycotina
BelajarIPA - kali ini saya akan mengulas lengkap cara reproduksi Ascomycota serta contoh fungi ascomycota.

Mengenal ascomycota
Fungi atau jamur, dibedakan menjadi 5 golongan. Berikut klasifikasi fungi serta jenis jenis fungi berdasarkan cara berkembang biaknya.
1. Zygomycota,
2. Ascomycota,
3. Basidiomycota,
4. Divisi deuteromycota,
5. Chytridiomycota.

Pengertian ascomycota
Definisi ascomycota adalah jenis fungi yang memiliki talus berupa miselium septat. Pengertian jamur Ascomycota yang tergolong dalam kingdom fungi ini memiliki kantung pada tubuhnya. Secara bahasa, pengertian kelas ascomycota diambil dari kata ascus, yang berarti ‘kantung’. Kantung ini digunakan untuk menghasilkan askospora untuk reproduksinya.

Ciri ciri ascomycota
Karena ascomycota termasuk dalam jenis jamur, maka ciri utamanya tak jauh berbeda dengan ciri ciri umum kingdom fungi. Berikut beberapa ciri ciri fungi ascomycota:

Termasuk dalam jenis jamur sejati (eumycota).
Dapat berupa uniseluler (bersel satu), maupun multiseluler (bersel banyak).
Mempunyai sekat pada hifa.
Hifa pada tiap sel bersifat haploid (satu inti sel).
Mempunyai dinding sel yang terbuat dari zat kitin.
Bukan organisme autotrof.
Kebanyakan bersifat saprofit, namun ada pula yang bersifat parasit.

Habitat ascomycota
Habitat ascomycota ada di dalam tanah, laut, maupun pada tumbuhan, ascomycota juga dapat di temukan pada sisa sisa makanan. Ascomycota dapat bersifat saprofit maupun parasit. Jamur ascomycotina yang bersifat saprofit, dapat ditemukan pada sisa sisa makanan yang telah membusuk. Sedangkan jamur ascomycota yang bersifat parasit, dapat menyebabkan penyakit pada manusia, serta hewan. Hampir seluruh spesies jamur ascomycota hidup pada lumut kerak. Pada lichen (lumut kerak), ascomycota biasanya bersimbiosis bersama ganggang.

Reproduksi ascomycota
Reproduksi ascomycota ada 2, yaitu secara seksual dan aseksual. Reproduksi fungi jenis ascomycota dilakukan dengan cara memproduksi askospora di dalam askus. Sedangkan reproduksi aseksual ascomycota dilakukan dengan cara memproduksi koridium tunggal di ujung hifanya.

Reproduksi ascomycota secara seksual
Reproduksi pada uniseluler
Reproduksi pada ascomycota uniseluler, dilakukan dengan cara konjugasi. Konjugasi adalah penyatuan dua sel haploid pada jamur yang berbeda jenis. Hasil konjugasi akan membentuk zigot diploid (memiliki 2 inti sel). Zigot diploid tadi akan membelah secara miosis dari 2 inti, menjadi 4 inti sel. Saat askus (tempat zigot) sudah matang, maka askospora akan pecah, dan menjadi individu yang baru.

Reproduksi pada multiseluler
Reproduksi pada ascomycota multiseluler, dilakukan dengan cara menggabungkan hifa positif dengan hifa negatif. Masing masing akan membentuk askogonium serta anteridium yang merupakan alat reproduksinya. Nantinya, askogonium akan membuat jalur khusus menuju anteridium untuk melakukan plasmogami. Plasmogami adalah proses penyatuan antar protoplasma yang ada pada jamur. Saat askogonium dan anteridium telah terhubung, maka akan terjadi kariogami (peleburan inti sel). Nantinya, sel jamur yang hanya terdiri dari 2 sel (diploid), akan membelah secara meiosis menjadi, 4 sel, kemudian membelah lagi hingga 8 sel. Saat askus sudah matan, maka askospora akan pecah, dan hasil pecahnya askospora akan membentuk individu baru.

Secara umum, cara berkembang biak fungi jenis ascomycota, dapat dilihat melalui gambar berikut:
Reproduksi Ascomycota secara Seksual pada Fungi Multiseluler

Gb. Reproduksi ascomycota secara seksual pada fungi multiselulerreproduksi ascomycota secara seksual pada fungi multiseluler

Reproduksi ascomycota secara aseksual
Reproduksi ascomycota secara seksual umumnya dengan cara memproduksi koridum tunggal, namun ada perbedaan pada reproduksi ascomycota uniseluler, maupun reproduksi ascomycota multiseluler.

Reproduksi pada uniseluler
Spesies ascomycota yang memiliki tubuh uniseluler, dilakukan dengan cara membentuk blastophora (tunas). Setelah tunas tersebut tumbuh, maka tunas akan memisahkan diri dari induknya. Selanjutnya, tunas baru tadi akan menjadi individu baru.

Reproduksi pada multiseluler
Spesies ascomycota multi seluler, bereproduksi secara seksual dengan cara fragmentasi hifa. Fragmentasi hifa ini dapat memisahkan antara induk ascomycota, dengan ascomycota baru. Fragmentasi hifa dapat dijelaskan pada gambar berikut ini.

Reproduksi ascomycota secara aseksual pada organisme multiselulerreproduksi ascomycota secara aseksual pada organisme multiseluler

Contoh ascomycota
Contoh ascomycota ada banyak, bahkan dapat dijumpai disekitar kita. Berikut beberapa contoh kingdom fungi jenis ascomycota dan manfaat ascomycota dalam kehidupan sehari hari:


  • Saccaharomyces sp: adalah jenis jamur ascomycota yang banyak digunakan dalam pembuata ragi. Jenis ascomycota yang uniseluler ini tidak mempunyai badan buah. Manfaat ascomycota spesies ini banyak digunakan dalam pembuatan roti, serta tape.
  • Penicillium sp: adalah jenis jamur ascomycota yang bersifat saprofit. Penicillum biasa ditemukan pada bahan organik, seperti pada buah yang busuk, maupun beras yang rusak. Spesies ini memiliki konidia yang berwarna hijau. Fungsi ascomycota jenis ini biasa dijadikan sebagai antibiotik.
  • Trichodermal resei: adalah jenis ascomycota yang biasa tumbuh di perkebunan, ataupun di pohon. Ascomycota jenis ini dapat menghasilkan enzim selulase.
  • Aspergillus oryzae: merupakan jenis ascomycota yang dapat merombak amilum.

Demikian Pengertian Ascomycota: Ciri Ciri, Habitat, Cara Reproduksi, Serta Contoh Jamur Ascomycotina, semoga bermanfaat buat teman guruIPA.com dan jika ada yang akan didiskusikan, saran dan masukan saya persilahkan. 

No comments