Header Ads

Pasang iklan disini, berpotensi dilihat banyak orang

Begini Cara Kerja Aki

Begini Cara Kerja Aki
Belajaripa.com - Bagi anda pecinta dunia otomotif tentunya bukan hal yang asing mengenai aki atau akumulator. Akumulator (AKI) ini merupakan sebuah alat yang dapat menyimpan energi yakni umumnya energi listrik dalam bentuk energi kimia. Contoh aki ini seperti baterai dan kapasitor.

Di Indonesia, sendiri kata akumulator hanya dimengerti sebagai “baterai” mobil. Sedangkan di dalam bahasa Inggris, kata akumulator dapat mengacu kepada baterai, kapasitor, kompulsator, dll.

Aki atau baterai menggunakan reaksi kimia untuk melakukan dua proses diatas. Secara sederhana, saat discharge terjadi reaksi kimia yang menghasilkan aliran listrik keluar dari baterai. Saat dilakukan pengisian arus masuk ke aki akan memicu terjadinya reaksi kimia yang mengembalikan aki ke kondisi semula

Namun pernahkah anda mengetahui cara kerja aki ? jika belum maka berikut ini adalah penjelasan cara kerja aki.

Dalam prosesnya, ada dua istilah dalam aki atau baterai kendaraan.

Discharge dan charge

1. Discharge

Discharge adalah proses pengeluaran arus listrik dari baterai. Proses discharge ini secara otomatis akan terjadi apabila rangkaian kelistrikan dalam posisi tertutup (rangkaian positif dan negative baterai terhubung). Akibat dari proses discharge ini akan menguras daya listrik didalam baterai sehingga aki akan kosong.

2. Recharge

Recharge adalah proses pengisian arus kedalam aki, proses ini mirip seperti saat anda melakukan pengisian daya ponsel. Dimana arus akan dialirkan menuju terminal negative dan positif lalu daya baterai akan kembali terisi. Sehingga nantinya aki kembali bisa digunakan.

Proses recharge ini, juga secara otomatis aktif saat mesin dihidupkan. Ini karena proses recharge menggunakan altenator sebagai pengisi daya aki.

Oleh sebab itu, meski aki mobil atau motor kita tidak pernah di charge, aki tidak akan tekor.
Bagaimana proses pengeluaran dan pengisian arus terjadi ?

1. Reaksi kimia aki saat pengeluaran

Secara sederhana aki terdiri dari larutan elektrolit (H2SO4), plat positif (PbO2), dan kutub negative (Pb).

Saat pengeluaran arus maka akan terjadi reaksi kimia seperti berikut :

PbO+ 2H2SO4 + Pb = PbSO4 + PbSO4 + 2H2O

Reaksi tersebut bisa dibaca, saat arus listrik keluar maka oksigen (O2) pada plat positif akan terlepas sehingga plat positif berangsung menjadi Pb.

Saat itu pula larutan elektrolit akan terurai. Larutan elektrolit ini terdiri dari air dan asam sulfat, asam sulfat akan menempel pada terminal baterai negative (Pb) dan plat positif (yang menjadi Pb karena oksigen terlepas).

Sehingga, saat aki terus digunakan maka larutan didalam aki akan menjadi hanya air.
Begitulah seterusnya teman belajaripa.com, proses aki tersebut berlangsung hingga aki tekor. Aki tekor sebenarnya menunjukan kondisi dimana elektrolit aki dalam kondisi kurang sempurnaSaat ini terjadi, maka aki sudah sangat lemah dan aki tidak dapat mengeluarkan arus lagi. Kalau kondisinya sudah seperti ini, maka langkah pengisian harus dilakukan.

2. Reaksi aki saat pengisian arus

Proses recharge atau pengisian dilakukan untuk mengembalikan kondisi aki ke posisi semula, artinya mengembalikan asam sulfat yang menempel pada plat aki agar kembali terlarut dalam air serta mengikat oksigen pada plat positif.

Reaksi aki saat proses pengisian arus akan seperti ini ;

PbSO4 + PbSO4 + 2H2O = PbO+ 2H2SO4 + Pb

Saat arus listrik dari sumber listrik dihubungkan ke plat aki, maka molekul air akan terurai menjadi oksigen dan hydrogen.

Ion asam sulfat pada plat positif akan beralih ke plat negative dan Oksigen akan melekat pada plat positif aki, sehingga plat positif kembali membentuk PbO2.

Di sisi lain, ion hydrogen yang lebih dekat dengan plat negative akan menarik ion asam sulfat (SO4-) sehingga larutan didalam aki kembali ke bentuk H2SO.

Begitulah seterusnya teman belajaripa.com, proses aki tersebut berlangsung hingga aki tekor. Aki tekor sebenarnya menunjukan kondisi dimana elektrolit aki dalam kondisi kurang sempurna (berat jenis kurang), sehingga reaksi kimia tidak terjadi seperti yang dituliskan diatas.

PERUBAHAN KIMIA SELAMA PENGISIAN DAN PEMAKAIAN


Pengisian
Pemakaian

 
Kondisi Bermuatan Penuh
Kondisi Terpakai Habis

reaksi kimia aki


Komponen- Komponen Pada AKI

komponen dan bagian aki
Didalam aki terdapat beberapa komponen yang harus kamu ketahui. Berikut ini adalah Komponen-Komponen aki :

1) Kotak aki
Gambar terkait

Komponen ini berfungsi sebagai rumah atau wadah dari komponen aki yang terdiri atas cairan aki, pelat positif dan pelat negatif berikut separatornya.

2) Tutup aki
Leaknya berada di atas dan berfungsi sebagai penutup lubang pengisian air aki ke dalam wadahnya. Inilah yang menyebabkan  aki tidak mudah tumpah. Pada jenis aki kering tertentu tidak ada komponen ini dan kalaupun ada tidak boleh dibuka.

3) Lubang ventilasi
Pada tipe konvensional terletak di samping atas dan ada slangnya yang berfungsi untuk memisahkan gas hydrogen dari asam sulfat serta sebagai saluran penguapan air aki. Sedangkan pada tipe MF terjadi gas hydrogen dikondisikan lagi menjadi cairan sehingga tidak dibutuhkan lubang ventilasi.

4) Pelat logam
Pelat logam ini Terdiri dari pelat positif dan negatif. Pada pelat positif dibuat dari logam timbel preoksida (PbO2). Sedangkan pada pelat negatif dibuat dari logam timbel (Pb).

5) Air aki
Terbuat dari campuran air (H2O) dan asam sulfat (SO4).

6) Separator
Letaknya di antara pelat positif dan negatif dan  bertugas untuk memisahkan atau menyekat pelat positif dan negatif agar tidak saling bersinggungan yang dapat menimbulkan short alias hubungan arus pendek.

Hasil gambar untuk Separator aki

7) Sel
Sel ini adalah ruangan dalam wadah bentuk kotak-kotak yang berisi cairan aki, pelat positif dan negatif berikut seperatornya.

8) Terminal aki
Letaknya berada di atas wadah dikarenakan merupakan ujung dari rangkaian pelat-pelat yang nantinya dihubungkan ke beban arus macam lampu dan lainnya. Pada bagian ini terdiri dari terminal.

Demikianlah penjelasan tentang cara kerja AKI. Semoga bermanfaat 🙂

Tidak ada komentar